Presiden Jokowi: Bangun Sistem Yang Baik Untuk Cegah Korupsi
Usai menghadiri Peringatan
Hari Hak Asasi Manusia Se-Dunia Tahun 2014 di Istana Kepresidenan
Yogyakarta, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melanjutkan kunjungan kerjanya
dengan menghadiri Peringatan Hari Anti Korupsi Se-Dunia Tahun 2014 di
Graha Sabha Pramana, Universitas Gadjah Mada, Selasa (9/12).
Dalam
acara yang dihadiri oleh Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan
pegiat anti korupsi itu, Presiden Jokowi mengatakan, dari pengalamannya
menjadi Walikota Solo delapan tahun dan Gubernur DKI Jakarta dua tahun,
maka ia melihat bahwa membangun sistem yang baik akan sangat mengurangi
korupsi.
“Artinya, sistem
yang baik yang kita bangun akan sangat membantu, tentu saja kalau
sistem sudah dibangun birokrasi kita harus mengikuti sistem yang ada,”
papar Jokowi.
Menurut
Presiden Jokowi, sistem seperti one stop service, cash management,
pajak, pajak online, e-budgetting, e-purchasing system akan banyak
mengurangi tindakan penyimpangan, penyelewengan, dan tindakan korupsi.
Presiden
lantas mempertanyakan, ijin yang seharusnya bisa dikerjakan dua hari
bisa sampai 6 bulan, yang satu bulan diberikan 4 tahun.
Oleh
sebab itu, lanjut Presiden, dua minggu yang lalu ia telah menyampaikan
kepada seluruh Gubernur supaya disampaikan kepada Bupati dan Walikota,
semua kota, kabupaten, provinsi harus punya one stop service office.
“Supaya perijinan bagi masyarakat itu bisa diselesaikan
secepat-cepatnya. Itu bukan persoalan yang sulit, pekerjaan yang mudah.
Semua orang bisa melakukan itu, ini masalah ijin,” tutur Presiden
Jokowi.
Mengenai masalah
anggaran, menurut Presiden, kalau ada e-budgeting nya, mudah sekali
mengontrolnya. Oleh sebab itu, kata Jokowi, ini juga akan dilakukan
sehingga nanti Presiden juga bisa ngecek, uang masuk berapa di setiap
kabupaten, pajak masuk, retribusi masuk berapa di setiap kabupaten akan
kelihatan gampang dicek, gampang dikontrol dan dikoneksikan nanti ke BPK
atau BPKP.
“Ngeceknya
mudah sekali. ini preventif, memang yang betul itu preventif. Kalau
memang sudah sulit masuknya ke penegakan hukum, KPK, Kejaksaan,
Kepolisian,” papar Jokowi.
Adapun
yang ketiga, lanjut Jokowi, adalah membangun trust. Presiden
mengingatkan, membagun trus itu perlu waktu. Namun, kalau ini bisa
dikerjakan, Presiden meyakini ekonomi negara ini, kemakmuran negara ini,
kesejahteraan negara ini akan betul-betul bisa kita raih, bisa kita
capai.
Selamatkan Rp 249 Triliun
Sebelumnya
Ketua KPK Abraham Samad dalam sambutannya mengatakan, bahwa selama ini
KPK telah menyelamatkan uang negara sebanyak Rp 249 triliun. Untuk itu,
Samad mengajak semua pihak untuk menghadapi korupsi dengan semangat.
Ketua
KPK juga menyampaikan penghargaan atas komitmen Presiden Jokowi untuk
tegas dalam memberantas korupsi. “Saya setuju dengan beliau, kerja,
kerja, kerja,” ujarnya.
Abraham Samad berharap, KPK dapat terus menjalin sinergi dengan pemerintahan Jokowi.
Turut
hadir bersama Presiden dalam kegiatan tersebut adalah Menteri Hukum dan
HAM Yasonna Laoly, Mensesneg Pratikno, Seskab Andi Wijayanto, Ketua
Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad, dan Gubernur DIY Sri Sultan
Hamengku Buwono X. (Humas Setkab/WID/ES)
itu abis bangun sistem tidur lagi gak tuh sistemnya
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusentah lah saya juga kurang mengerti akan itu semua
BalasHapus